Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Saturday 1st October 2022

Bakrie Sumatera Plantation BSP Sumut II PT GLP Kembali di Geruduk Masyarakat Untuk Mohon Keadilan

Bakrie Sumatera Plantation BSP Sumut II PT GLP Kembali di Geruduk Masyarakat Untuk Mohon Keadilan

Ket gambar : ketua Fordam SUSUBA Kab Labuhanbatu Utara Ramli Nainggolan saat menyampaikan aspirasi melalui aksi damai atas ketidak adilan tindakan pihak PT GLP terhadap 35 orang karyawan yang di PHK pada Desember 2021 lalu.

Labura, LENSA NEWS

Puluhan Masyarakat Desa Sukarame dan Desa Sukarame Baru Kec Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara Sumatera Utara,pada Senin (30/5/2022) sekira pukul 11.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB terdiri dari kaum orang tua serta pemuda mendatangi halaman kantor PT Grahadura Leidong Prima di Desa Sukarame Baru Kec Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara untuk menyampaikan aspirasi.

Kedatangan masyarakat ini untuk menyampaikan aspirasi keberatan “protes” dengan jargon “Aksi Damai” terhadap kebijakan dan keputusan sepihak yang dilakukan oleh managemen PT GLP terhadap 35 orang karyawan yang di PHK.

Terlihat aksi protes yang dilakukan oleh karyawan yang di PHK bersama dengan masyarakat yang menyebut pihak Fordam SUSUBA (Forum Diskusi dan Advokasi Masyarakat Sukarame dan Sukarame Baru) berjalan damai.

Penanggung jawab aksi Ketua Fordam SUSUBA Kab Labuhanbatu Utara dilokasi Ramlan Nainggolan menyebutkan dalam aksi ini bertujuan untuk “menyampaikan keberatan pemutusan hubungan kerja (PHK)sepihak sebanyak 35 (tiga puluh lima) orang karyawan PT GLP pada bulan November dan Desember 2021.”

Diantara 7 Pengajuan agar perekrutan karyawan baru di PT.Grahadura Leidong Prima (GLP) mengutamakan warga setempat yakni warga Desa Sukarame dan Desa Sukarame Baru.Kemudian pihak SUSUBA keberatan atas perekrutan sekitar 5 (lima) orang atau diduga lebih pada bulan Maret dan April 2022 oleh PT GLP menjadi karyawan baru terdiri warga lain dan bukan dari warga Desa Sukarame dan Sukarame Baru. Stop transport yang melebihi tonase yang tidak sesuai dengan volume jalan sehingga ada kemungkinan jalan hot mix di Desa Sukarame dan Desa Sukarame Baru akan rusak.
Selanjutnya Managemen PT GLP mengingkari kesepakatan bersama karyawan yang dimutasikan ke kebun akan kembali bekerja di PKS milik PT GLP setelah Pabrik Kelapa Sawit sudah Cinusioning (aktif). Dan selanjutnya para aksi demonstrasi menyampaikan tuntutan terkahir agar kehadiran Humas PT GLP dievaluasi karena dianggap tidak profesional dalam menanggapi setiap persoalan yang beririsan dengan masyarakat Sukarame dan Desa Sukarame Baru serta memohon agar PT GLP menunjuk kembali ke 35 karyawan yang di PHK untuk diperkerjakan.

Dalam sesi ke dua dalam aksi terlihat Kanit binmas Polsek Kualuh Hulu Ipda Sudibwo memberi arahan kepada kelompok aksi yang dipimpin Ramlan Nainggolan agar bertemu dengan pihak pimpinan PT GLP sebanyak 5 orang untuk berdiskusi perihal tuntutan aksi.

Namun orator aksi menyampaikan pihak Fordam SUSUBA tidak mau bertemu dan berdiskusi dengan pihak managemen PT GLP jika hanya diwakilkan 5 orang kecuali dengan seluruh anggota Fordam SUSUBA ikut hadir ke kantor PT GLP.
Dan Akhirnya Kanit Binmas Polsek Kualuh Hulu menyebutkan saat itu juga General Manager (GM) Tukiman sebagai pimpinan tertinggi tidak berada ditempat dan hanya Humas serta Kepala Personalia yang akan memfasilitasi pertemuan antara Fordam SUSUBA dengan pihak managemen PT GLP.

Saat wartawan memintai keterangan kepada pimpinan tertinggi PT GLP GM Tukiman melalui WhatsApp menyampaikan agar informasi aksi demontrasi yang sedang berlangsung di halaman PT GLP yang sudah berkali kali terjadi biar lebih jelas ” konfirmasi saja kepada Humas pak” ujarnya.

Kemudian wartawan memintai keterangan kepada Humas BSP Sumut II PT Grahadura Leidong Prima Timi Lubis melalui WhatsApp tidak menjawab.

Selanjutnya menurut Ketua Fordam SUSUBA Kab Labuhanbatu Utara Ramli Nainggolan kepada Wartawan menyebutkan adanya dugaan penyelewengan hak ke 35 karyawan yang di PHK pada bulan November dan Desember 2021 oleh pihak BSP Sumut II dalam hal ini PT Grahadura Leidong Prima.
Masing masing penerima pesangon berbeda nilainya menurut UU Ketenagakerjaan masing-masing karyawan yang di PHK seharusnya menerima sebanyak 1.75 %
Namun kenyataanya ada 1%,1,4% dan cuma hanya 1 orang karyawan menerima pesangon sebanyak 1,75% .

Dalam aksi damai yang dipimpin Ramlan Nainggolan ini hingga pukul 15.00 WIB terlihat tidak ada kemonikasi 2 arah sehingga aksi akan kembali dilakukan dalam waktu dekat sesuai dengan keputusan bersama yang disampaikan langsung dihadapan puluhan security PT GLP dan pihak Polres Labuhanbatu,TNI yang ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan saat berjalannya aksi demontrasi. (MS)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: