Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Saturday 24th September 2022

Hari ini BSP Sumut II PT Grahadura Leidong Prima Di Tuntut Penuhi Hak PHK Karyawan Melalui Aksi Unjuk Rasa

Hari ini BSP Sumut II PT Grahadura Leidong Prima Di Tuntut Penuhi Hak PHK Karyawan Melalui Aksi Unjuk Rasa

Labura, LENSA NEWS

Hari ini Rabu (15/6/2022) sekira pukul 09.00 WIB puluhan Eks Karyawan beserta masyarakat yang menamakan dirinya dari Lembaga Forum Diskusi dan Advokasi Masyarakat Desa Sukarame dan Sukarame Baru (Fordam Susuba) mendatangi dan melakukan aksi unjuk rasa damai di depan kantor PT Grahadura Leidong Prima di Desa Sukarame Baru Kec Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara.

Aksi unjuk rasa oleh Eks karyawan bersama masyarakat ini untuk ke 2 kalinya dilakukan setelah aksi unjuk rasa pertama Senin (30/5) yang lalu di tempat yang sama.

Dari informasi yang didapat bahwa Aksi Unjuk rasa ini melibatkan puluhan eks karyawan yang di PHK oleh PT Grahadura Leidong Prima, masyarakat dan mahasiswa yang seluruhnya berjumlah puluhan orang.

Ketua Fordam Susuba Ramlan Nainggolan kepada wartawan dikediamannya pada Selasa (14/6) menyampaikan pihak PT GLP hingga saat ini tidak pernah menyahuti tuntutan masyarakat sejak aksi unjuk rasa damai yang melibatkan para karyawan yang telah di PHK sebanyak 35 orang pada Senin (30/5) lalu. Salah satu tuntutan yang disampaikan Fordam Susuba ketika itu yang melibatkan puluhan masyarakat adalah keadilan atas hak pesangon.Diduga tidak transparan mengakibatkan ketimpangan karena tidak sesuai dengan masa kerja karyawan.

Sehingga kuat diduga ada penyelewengan yang dilakukan Managemen BSP Sumut II PT GLP.

Sebelum karyawan yang di PHK sebanyak 35 orang menerima pesangon dari pihak PT GLP pada Maret 2022 lalu, Sebelumnya Fordam Susuba telah mendapat informasi melalui surat keputusan bersama antara karyawan dengan pihak PT GLP yang dimediasi pihak Dinas Tenaga Kerja Kab Labuhanbatu Utara. Pada surat keputusan yang dimediasi tersebut kepada 15 orang karyawan yang di PHK akan menerima pesangon sebanyak kali 1 (satu). Dan selanjutnya bagi karyawan lainnya ada menerima pesangon sebanyak kali 1,4-1,5,dan kali 1,75.
” Jelas ini ketimpangan dan merugikan karyawan yang di PHK “.

Kemudian alasan klasik yang disampaikan pihak PT GLP dalam surat mediasi kepada pihak kantor Dinas Tenaga Kerja Kab Labura tidak masuk akal ujar Ramlan Nainggolan yang juga salah satu eks pengurus LSM Lentera Labuhanbatu Raya.
Yang menyatakan pada tahun 2020-2021 pihak PT GLP mengalami cash flow yang menurun sehingga mengalami kerugian yang nantinya akan berdampak kepada keuangan perusahaan yang mengakibatkan kebangkrutan, maka jalan satu-satunya harus memangkas karyawan melalui PHK terutama karyawan yang bekerja di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT GLP.
Selain alasan faktor perbaikan pabrik PKS selama 11 bulan antara tahun 2020-2021 yang tidak memproduksi CPO ada seluas 2.700 ha lahan perkebunan milik PT GLP dalam tahap repelanting.

Tetapi dilapangan kami lihat sejak karyawan yang di PHK ini menerima pesangon pada Maret 2022 dari PT GLP, ” Ada masuk dan direkrut untuk tenaga kerja baru sebanyak lebih dari 17 orang disertai dengan bukti sejak Maret-April 2022 ” dan masih bertambah lagi hingga saat ini, dan umumnya dipekerjakan di posisi karyawan yang di PHK sejak November-Desember 2021 yaitu karyawan di PKS.

” Kalau PT GLP merasa rugi sehingga melakukan pengurangan karyawan itu benar dan sah secara UU Tenaga Kerja asal pesangonnya sesuai dan dapat diterima akal, tetapi saat ini PT GLP merekrut kembali karyawan baru yang notabene warga diluar Desa Sukarame dan Desa Sukarame Baru menggantikan karyawan yang di PHK dimana letak kerugian PT GLP ? ” Ini kan diduga permainan pihak managemen PT GLP
Ada apa dengan ini semua..!!! Ujar Ramlan dengan nada kesal.

Melalui Aksi Unjuk rasa damai pada Rabu (15/6) kami bersama seluruh eks karyawan korban PHK, masyarakat (Susuba) beserta mahasiswa akan ” menuntut untuk berunding kembali dengan pihak PT GLP agar jangan terjadi kesewenangan serta memberdayakan masyarakat dan warga Desa Sukarame dan Sukarame Baru. Dimana sebelumnya ke 35 karyawan yang di PHK merupakan warga Desa Sukarame dan Sukarame Baru yang bekerja sudah puluhan tahun di PT Grahadura Leidong Prima (GLP).

” Kami hanya menuntut kepada Managemen PT GLP agar pesangon yang diterima ke 35 karyawan yang di PHK sejak November-Desember 2021 hak nya sama rata menerima sebanyak kali 1,75.Kemudian Fordam Susuba memohon kiranya ke 35 karyawan yang di PHK agar di pekerjakan kembali sebagai pamswakarsa, serta dalam perekrutan karyawan kiranya PT GLP mengutamakan putra-putri warga desa Sukarame dan Desa Sukarame Baru dan bukan mengutamakan kroni dan keluarga para manager yang sarat akan KKN.

Diantara 8 butir isi tuntutan selain tuntutan hak PHK, memperkerjakan putra-putri warga Desa Sukarame dan Desa Sukarame Baru di PT GLP, tuntutan yang akan disampaikan pada aksi unjuk rasa oleh Ketua Fordam Susuba Ramlan Nainggolan kepada wartawan menyampaikan berdasarkan nota kerjasama antara masyarakat dengan pihak PT GLP pada waktu lalu oleh masyarakat memberi tanah buat badan jalan seluas 1,5 m sebelah kanan dan 1,5 m sebelah kiri dengan panjang kiloan meter jika tidak ada titik temu dalam aksi unjuk rasa ini kami masyarakat akan menuntut kembali tanah masyarakat.

General Manager PT Grahadura Leidong Prima Tukiman saat dimintai keterangan oleh wartawan melalui WhatsAp perihal Aksi unjuk rasa damai yang dilakukan oleh eks karyawan, masyarakat (Fordam Susuba) beserta Mahasiswa menuliskan dengan singkat “Tidak mengetahui” (MS)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: