Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Friday 2nd December 2022

Mafia Minyak Solar Bersubsidi Bebas Beroperasi Di Daerah Pelalawan Menggunakan Truk J&T

Mafia Minyak Solar Bersubsidi Bebas Beroperasi Di Daerah Pelalawan Menggunakan Truk J&T

Para mafia minyak Solar Bersubsidi menggunakan truk tronton J&T kepalanggan Tanki CPO

Pelalawan,LENSA NEWS

Modus Operandi yang dilakukan para mafia minyak bersubsidi Pertalite dan Solar bersubsidi daerah Pelalawan Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan Riau, Saat Pemerintah sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan aturan bagi penggunaan BBM Bersubsidi khususnya jenis Pertalite dan Solar Bersubsidi dengan strategi digitalisasi melalui aplikasi resmi dari Pertamina yaitu “MyPertamina” agar bisa lebih efektif mengendalikan sekaligus menyasar konsumen atau masyarakat yang memang berhak untuk mendapatkan BBM Bersubsidi tersebut serta untuk menghindari penyalahgunaan BBM Bersubsidi oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.

Namun apalah daya, justru hal itu seakan-akan sengaja dinodai oleh kelakuan oknum-oknum petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sendiri yang diduga bekerja sama dengan mafia BBM subsidi. Salah satunya yang diduga dilakukan oleh para oknum petugas di SPBU 14.283.6116 yang berada di Kecamatan Lesung Kabupaten Pelalawan provinsi Riau

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi serta beberapa informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini tampak di lapangan Oknum petugas SPBU 14.283.6116 Kecamatan Lesung Kabupaten Pelalawan melakukan pengurasan solar bersubsidi di SPBU, (dilansir Lensa News.com).

BBM Bersubsidi jenis solar tersebut terlihat diisi kedalam mobil J&T yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mampu menampung berton-ton minyak BBM Bersubsidi. Dan pengambilan itu tidak dilakukan sekali dalam sehari namun pengambilan itu bisa sampai empat kali dalam sehari dengan muatan BBM Bersubsidi 1,5 ton.

Menurut informasi yang dihimpun, Mafia BBM subsidi tersebut diduga berinisial A dan B. Kemudian pada saat menjalankan aksinya A dan B terlihat standby di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dengan menggunakan mobil truk tronton J&T yang sudah tersedia dalam truk J&T tersebut ratusan jirigen yang bisa menampung hingga 1,5 ton satu kali angkut.

Setelah kendaraan truk J&T mereka isi full, lantas mereka pun mengarahkan kendaraan yang sudah terisi tersebut ke tempat penampungan yang ada di 2 lokasi yang diduga ada di wilayah Desa Payu Atap Kecamatan Lesung Kabupaten Pelalawan Riau.

“Para mafia BBM subsidi ini biasanya menggunakan beberapa truk tronton J&T berwarna hijau bernomor Polisi B 9250 DEX yang didalamnya membawa ratusan Jirigen. setelah itu menjualnya ke Mobil Tanki CPO yang telah siap sedia dan dugaan Truk Tanki CPO Komersil juga Spekulasi ke Tanki CPO yang lainnya. Dan aktifitas menguras BBM subsidi seperti itu dilakukan hampir setiap hari di beberapa titik SPBU di Kabupaten Pelalawan,” ujar sumber.

Setelah solar tersebut terkumpul hingga target yang sudah ditentukan maka penimbun yang diduga ada kerja sama dengan tangki pengangkut solar ilegal yaitu truk J&T dengan Nomor Polisi B 9250 DEX yang selanjutnya diduga untuk didistribusikan ke industri yaitu mobil Tanki CPO juga ke mobil pengangkut balak dengan harga non subsidi dari harga Subsidi Rp 6.800 ke harga Industri Rp 7100 hingga Rp 7200 perliternya.

Apabilah Oknum SPBU dan para mafia benar adanya melakukan perbuatan tersebut sudah melanggar Pasal 55 UU Nomor 11/2001 tentang migas sebagaimana diubah pada UU Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja Juncto Pasal 55 KUHP dan atau 56 KUHP dengan ancaman Hukuman enam tahun kurungan penjara.

(Tim)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: