Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Saturday 1st October 2022

Masyarakat Akan Kembali Jumpai BSP Sumut II PT GLP Tuntut Hak Karyawan Korban PHK

Masyarakat Akan Kembali Jumpai BSP Sumut II PT GLP Tuntut Hak Karyawan Korban PHK

Labura, LENSA NEWS

Masyarakat yang menamakan dirinya dari Lembaga Forum Diskusi dan Advokasi Masyarakat Desa Sukarame dan Sukarame Baru (Fordam Susuba) akan kembali melakukan Aksi unjuk rasa damai di depan kantor PT Grahadura Leidong Prima di Desa Sukarame Baru Kec Kualuh Hulu Kab Labuhanbatu Utara Rabu (15/6/2022) di mulai pukul 09.00 WIB .Sesuai surat pemberitahuan kepada pihak terkait baik pihak Polres Labuhanbatu dan pihak PT GLP.

Informasi Aksi Unjuk rasa damai ini disampaikan langsung Ketua Fordam Susuba Ramlan Nainggolan kepada wartawan dikediamannya pada Senin (6/6).

Informasi yang dihimpun diketahui pihak PT GLP hingga saat ini tidak pernah menyahuti tuntutan masyarakat sejak aksi unjuk rasa damai yang melibatkan para karyawan yang telah di PHK sebanyak 35 orang pada Senin (30/5) lalu. Salah satu tuntutan yang disampaikan Fordam Susuba ketika itu yang melibatkan puluhan masyarakat adalah keadilan atas hak pesangon.Diduga tidak transparan mengakibatkan ketimpangan karena tidak sesuai dengan masa kerja karyawan.
Sehingga kuat diduga ada penyelewengan yang dilakukan Managemen BSP Sumut II PT GLP.

Sebelum karyawan yang di PHK sebanyak 35 orang menerima pesangon dari pihak PT GLP yang jatuh pada Maret 2022 lalu, Fordam Susuba sebelumnya telah membaca surat keputusan bersama antara karyawan dengan pihak PT GLP yang dimediasi pihak Dinas Tenagakerja Kab Labuhanbatu Utara. Pada surat keputusan yang dimediasi tersebut kepada 15 orang karyawan yang di PHK akan menerima pesangon sebanyak kali 1 (satu). Dan selanjutnya bagi karyawan lainnya ada menerima pesangon sebanyak kali 1,4-1,5,dan kali 1,75.
” Jelas ini ketimpangan dan merugikan karyawan yang di PHK “.

Kemudian alasan klasik yang disampaikan pihak PT GLP dalam surat mediasi kepada pihak kantor Dinas Tenaga Kerja Kab Labura tidak masuk akal ujar Ramlan,
Yang menyatakan pada tahun 2020-2021 pihak PT GLP mengalami cash flow yang menurun sehingga mengalami kerugian yang nantinya akan terjadinya kebangkrutan maka jalan satu-satunya harus memangkas karyawan melalui PHK terutama karyawan yang bekerja di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT GLP.
Selain alasan faktor perbaikan pabrik PKS selama 11 bulan ada seluas 2.700 ha lahan perkebunan PT GLP dalam tahap repelanting.

Tetapi dilapangan sejak karyawan yang di PHK ini menerima pesangon pada Maret 2022 dari PT GLP, sudah ada masuk dan direkrut sebanyak lebih dari 17 orang karyawan baru sejak Maret-April 2022 dan bekerja di posisi karyawan yang di PHK pada umumnya karyawan yang bekerja di PKS.

” Kalau PT GLP merasa rugi sehingga melakukan pengurangan karyawan itu benar, asal pesangonnya sesuai dan dapat diterima akal, tetapi saat ini PT GLP malah merekrut karyawan baru yang notabene warga diluar Desa Sukarame dan Desa Sukarame Baru menggantikan karyawan yang di PHK dimana letak kerugian PT GLP ? ” Ini kan permainan pihak managemen PT GLP
Ada apa dengan ini semua..!!! Ujar Ramlan dengan nada kesal.

Melalui Aksi Unjuk rasa damai pada Rabu (15/6) nanti kami bersama masyarakat akan menuntut dan berusaha berbicara dengan pihak PT GLP agar jangan terjadi kesewenangan dan mohon penjelasan apakah PT GLP tidak memberdayakan masyarakat dan warga Desa Sukarame dan Sukarame Baru yang sebelumnya ke 35 karyawan yang di PHK merupakan warga Desa Sukarame dan Sukarame Baru yang bekerja sudah puluhan tahun di PT GLP.

” Kami hanya memohon kepada Managemen PT GLP agar pesangon yang diterima ke 35 karyawan yang di PHK sejak Nobember-Desember 2021 sama rata menerima sebanyak kali 1,75.Kemudian Fordam Susuba memohon kiranya ke 35 karyawan yang di PHK agar di pekerjakan kembali sebagai pamswakarsa, serta dalam perekrutan karyawan kiranya PT GLP mengutamakan putra-putri warga desa Sukarame dan Desa Sukarame Baru dan bukan mengutamakan kroni dan keluarga para manager.

Sepenggal tuntutan yang akan disampaikan ini ujar Ramlan berdasarkan nota kerjasama antara masyarakat dengan pihak PT GLP pada waktu lalu dengan memberi tanah buat badan jalan milik masyarakat seluas 1,5 m sebelah kanan dan 1,5 m sebelah kiri dengan panjang kiloan meter.(MS)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: