Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Tuesday 17th May 2022

Masyarakat Desa Simangalam Tuntut Bupati Beri Perhatian Sengketa Tahapan Pilkades 2022

Masyarakat Desa Simangalam Tuntut Bupati Beri Perhatian Sengketa Tahapan Pilkades 2022

Labura, LENSA NEWS

Ratusan warga Desa Simangalam Kec Kualuh Selatan Kab Labuhanbatu Utara mendatangi kantor Bupati di Jl Sudirman Aek Kanopan Kamis (12/5/2022) pukul 10.00 WIB untuk menyampaikan aspirasi tentang keputusan tahapan Pilkades 2022 kepada Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus SE MM.

Sebelumnya masyarakat para pelaku aksi demontrasi ini telah melakukan aksi protes di kantor Desa Simangalam sebanyak 4 kali pasca tahapan Pemilihan Kepala Desa yang ditetapkan sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) tahun 2022 tentang Pemilihan Kepala Desa Kab Labuhanbatu Utara.
Dimana masyarakat Desa Simangalam agar memasukkan nama calonnya menjadi peserta untuk dipilih menjadi Kepala Desa Simangalam periode 2022-2028.

Dari isi Perbub tersebut disebutkan untuk menjadi calon Kepala Desa ada berbagai kriteria yang ditentukan yang menjadi prioritas utama untuk dijadikan calon seperti mulai dari jenjang pendidikan tingkat sarjana serta pengalaman kerja di pemerintahan Desa yang akan mendapatkan nilai tertinggi oleh Panitia Pemilihan Kepala Desa untuk dijadikan peserta calon Kepala Desa.

Kemudian isi Perbup Pilkades 2022 disebutkan bagi bacalon Kepala Desa tidak dilarang mendaftar untuk mencalonkan diri walaupun ada kaitan hubungan keluarga dengan sesama bacalon Kepala Desa.

Hal inilah awal dari kekecewaan masyarakat Desa Simangalam terhadap Panitia penyelenggara Pemilihan Kepala Desa yang menjaring para bacalon Kepala Desa yang berjumlah 7 orang terdiri dari satu keluarga diantaranya ,Isteri (PNS- S1),adik kandung 2 orang (S1), adik ipar 1 orang (PNS-S1),perangkat desa 1 orang, serta 1 orang guru TK (S1) disamping Kepala Desa sendiri yang ikut juga mencalonkan diri untuk ke 3 periode menjadi Kepala Desa Simangalam.

Dengan sikap Panitia Penyelenggara Pemilihan Kepala Desa inilah maka Bacalon masyarakat yang akan didukung digagalkan panitia untuk mendaftar karena hanya memiliki pendidikan SMA (swasta) dan tidak pernah terlibat dalam pemerintahan di Desa. Sehingga masyarakat tidak menerima keputusan sepihak yang menunjukkan tidak adanya demokrasi yang mengakibatkan berlangsungnya aksi protes yang berjilid-jilid mulai dari Desa hingga melakukan aksi protes kepada Bupati, Sekdakab, Kabag Hukum Pemerintah Labuhanbatu Utara agar Bacalon masyarakat di terima menjadi calon dengan melalui tahapan penentuan nomor urut.

Dari informasi yang dihimpun media ini sebelumnya Kadis PMD Kab Labura Muhammad Nur Lubis dikantornya menyampaikan tahapan pencabutan nomor Calon Kepala Desa sejak tanggal 7-9 Mei 2022 dilaksanakan di Kantor Desa.

Dalam aksi ini tampak pimpinan Lasma Doloksaribu menyebutkan
“Pemkab Labura dalam hal ini Bupati Hendriyanto Sitorus SE MM tidak memperdulikan teriakan rakyatnya yang telah di zolimi dan dibohongi ” karena Bupati sendiri pernah menyatakan
“Agar tahapan pemilihan Kepala Desa di Desa Simangalam segera dihentikan ” yang nyatanya tetap berlanjut hingga ada informasi sebelumnya tahapan pencabutan nomor urut dilaksanakan di kantor Bupati Labuhanbatu Utara pada malam hari tanpa diketahui masyarakat.

Selanjutnya Lasma berorasi kepada para ratusan masyarakat yang masih berdiri setia didepan kantor Bupati terdiri dari kaum ibu, pemuda/i serta kaum bapa mengaku dirinya sangat kecewa mendengar jawaban Bupati saat dihubungi melalui WhatsApp yang menyatakan agar Bupati segera memberi perhatian dan keputusan perihal tahapan Pilkades Desa Simangalam dan dijawab Bupati “Terimakasih saya sedang melaksanakan Bung Desa di Aek Kuo” sebut Bupati.

Hingga 1 jam lamanya aksi protes berlangsung di depan kantor Bupati pihak Pemkab Labura tidak menyahuti warga Desa Simangalam baik Sekda, Asisten,maupun Kabag Hukum.

Kemudian aksi protes dilanjutkan ke kantor DPRD Kab Labuhanbatu Utara persis di sebelah kiri kantor Bupati yang berjarak sekira 400 m di Jalan Sudirman Aek Kanopan.(MS)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: