Labusel, LENSA NEWS
Pasca larangan Ekspor minyak mentah Crude Palm Oil (CPO) yang dikeluarkan Perpres larangan oleh Presiden RI Jokowidodo pada bulan lalu, mengakibakatkan petani sawit di Kabupaten Labuhan Batu Selatan mengeluhkan rendahnya harga jual Tandan Buah Segar (TBS).
Harga kelapa sawit yang semula mencapai Rp 3.100 per kilogramnya turun dratis menjadi Rp 2.100 per kilogram bahkan sampai 1.700 perkilogram.
Penurunan harga Tandan Buah Segar(TBS), membuat para petani kecewa karena sejak beberapa bulan terakhir harga TBS sempat naik dan menggembirakan para Petani sawit.
Salah satu petani sawit Zulfri mengatakan naiknya harga TBS beberapa bulan lalu dirasakan sangat membantu para petani, namun saat ini petani kembali lesu dan mengeluh sebab harga jual Tandan Buah Segar (TBS) yang tidak sebanding dengan biaya perawatan.
“Setelah ada kebijakan Presiden menyetop Ekspor Minyak mentah Crude Palm Oil (CPO) maka dampaknya harga TBS tersebut turun dratis,” papar Zulfri.
Dirinya bergharap agar pemerintah dapat lebih jeli dalam mengendalikan harga TBS sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi para petani sawit juga Suplyer.
“Harapan kita harga sawit dapat kembali tinggi, dimana pemerintah dapat memberi Solusi dan lebih jeli lagi dalam pengendalian harga TBS,” pungkasnya.
(Muklas)
Related Posts

Hambah Allah Berikan Bantuan Aspal 10.Ton /1 Damtruk Melalui Saudara Romy Purba

PT Perkebunan Milano(Wilmar Group) Kebun Sei Daun Diduga Tak Punya Etika Baik dan Kangkangi UU Nomor 2 Tahun 2004

Wabup Rohil,Jhony Charles Pimpin Rapat Lanjutan Sengketa Lahan PT Torganda

Diskominfo Labusel Gelar Forum Diskusi Bersama Media Online Sosialisasi Visi-Misi Bupati

Galian C Ilegal Di Desa Namorih Pancur Batu Kebal Hukum, Aparat Terkait Tutup Mata



No Responses