Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Tuesday 17th May 2022

Prajurit TNI Ditikam Preman di Terminal Pinang Baris Medan

Prajurit TNI Ditikam Preman di Terminal Pinang Baris Medan

MEDAN, LENSA NEWS

Polisi menangkap Herry, pelaku pembacokan Babinsa Serda Suriadi di Terminal Pinang Baris, Medan, Sumatera Utara.

Pelaku merupakan seorang preman sekaligus mandor angkutan umum yang sering mangkal di terminal Pinang Baris.

Namun antara Suriadi dan Herry saling mengenal satu sama lainnya dan tidak punya masalah apa apa diantara mereka kedua.

“Selama ini saya tidak ada permasalahan dengan si Herry Nongol itu. Malah dia dengan saya itu sering minta tolong, minta uang dan makan”.

“Karena dia di sana itu kerja sebagai kutip uang-uang sama bus-bus di sana. Sama keluarga, orang tua saya kenal semua dan punya hubungan bagus,” kata Suriadi.

Kerena kedekatan itu, Suardi mengaku tidak menyangka Herry akan berbuat seperti itu.

Pelaku sendiri dikenal dengan pribadi yang suka buat onar di terminal Pinang Baris, Selain itu Herry diketahui sering ilusi dan berbicara ngawur.

Termasuk soal pengakuannya yang melakukan pembacokan terhadap Suriadi lantaran masalah wanita yang mereka perebutkan.

“Tapi kenapa malah saya diberitakan karena menggangu perempuan si Herry Nongol”.

“Di situ disebutkan karena saya ikut memperkosa perempuan bersama satpam, kepala terminal, babinsa dan dia terakhir.

“Dan katanya dia dapat messenger jika mendapat uang 1 milliar dari perempuan kalau membacok saya,” kata Suriadi.

Pernyataan ngawur itu kata Suardi tidak lepas dari aktivitas Herry sebagai pecandu narkoba. Hal itulah yang membuat dia suka berbuat onar dan ilusi.

“Itu dia memang pecandu narkoba, pakai sabu sabu. Makanya kalau bicara suka ilusi. Kadang dia sadar, kadang dia mau marah marah dan bicara ngawur. Karena saya sudah empat tahun sebagai Babinsa di sana jadi cukup kenal,” kata dia.

Suardi menjelaskan bagaimana saat-saat insiden yang menimpa dirinya itu terjadi.

“Saya sedang duduk habis memantau keadaan Terminal Pinang Baris. Di situ sama beberapa warga di sana. Pas lagi saya duduk tiba-tiba seperti ada yang memukul kepala belakang saya. Saya sampai terjatuh,” katanya.

Usai mendapati pukulan pertama, Suardi pun mencoba bangkit.

Belum lagi dia berdiri dan menoleh ke belakang, pukulan kedua mendarat di kepalanya.

Pukulan itu datang bertubi-tubi sebanyak empat kali hingga melukai batok kepala, leher dan kupingnya.

Suardi dibacok menggunakan parang oleh Herry, usai melakukan aksinya, Herry langsung kabur hingga akhirnya berhasil diringkus oleh Polsek Medan Sunggal.

Akibat pembacokan itu, kepala Suardi pun mendapati 31 jahitan hingga harus menjalani operasi di bagian kepala belakang. Kini kondisinya sudah pulih setelah dirawat selama empat hari.

Editor: Red

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: