Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Saturday 1st October 2022

Wali Murid SMAN 1 Mandau Keluhkan Baju Uniform Sekolah Yang Dinilai Terlalu Mahal

Wali Murid  SMAN 1 Mandau Keluhkan Baju Uniform Sekolah Yang Dinilai Terlalu Mahal

Duri,LENSA NEWS

Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) tingkat SMA sudah selesai, kini saatnya Siswa – Siswi yang diterima di sekolah memulai proses belajar mengajar, dan melengkapi segala keperluan.

Dari keperluan, salah satunya yang harus di wajibkan Atribut atau Baju Seragam (Uniform) Sekolah yang mana Proses saat Siswa – Siswi melakukan Pendaftaran ulang.

Tapi, daftar ulang dan Jahit baju seragam diduga ada dimanfaatkan oleh pihak Sekolah maupun tim PPDB tingkat SMA untuk mencari Spekulasi keuntungan dengan menentukan tempat jahitnya.

Seperti di SMAN 1 Mandau, dengan ditentukan tempat jahit saat ini, menjadi keluhan para orang tua wali murid, lantaran harga yang begitu terlalu mahal dari penjahit lain.

Hal itu disampaikannya oleh salah seorang wali murid SMAN 1 Mandau kepada “Lensa News” lewat Pesan Inbox, menyampaikan mahalnya biaya jahit baju dari salah satu Penjahit yang ditentukan oleh pihak Sekolah.

“Maaf min, diliput juga hendaknya, jahit pakaian di SMAN 1 Sebanga, yang biayanya dipatok 1,8jt dan itu sudah rekanan bisnisnya setiap tahun,” ucap salah seorang wali murid melalui Inbox kepada “Lensa News” tanggal 16 Juli 2022.

Saat awak media Online “Lensa News” menanyakan tempat jahitnya dimana. Ia menjawab

“Penjahitnya di jalan Mulia, dan diukur bayar lunas atau bisa lewat transfer atau menyusul, “jawabnya.

Ia menyebutkan kepada “Lensa News” dengan biaya yang 1,8jt , itu terlalu mahal sekali dibandingkan sekolah lain, wali murid jadi terpaksa dari pada anak kami tidak sekolah.

“Daftar ulang langsung ukur Pakaian Seragam Sekolah. Pihak sekolah yang menentukan,” terangnya.

Sementara itu, Kepsek SMAN 1 Mandau dikonfirmasi “Lensa News” melalui pesan WhatsApp nya hingga berita ini terbitkan belum bisa dijumpai karena ada kesibukan lain.

(B.M.Sitorus)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: