Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Friday 2nd December 2022

Warga Resah Munculnya Buaya Katak Di Sungai Mahuam

Warga Resah Munculnya Buaya Katak Di Sungai Mahuam

Labusel,LENSA NEWS

Mendengar kerisauan warga pinggiran Bantaran Sungai Mahuam H.Lahmuddin selaku wakil rakyat DPRD Labusel dari Fraksi PKS melaporkan keberadaan hewan reptil pemangsa yang buas dibantaran sungai Mahuam yang sangat berbahaya ini kepada dinas terkait BPBD dan Kepala Desa Pasir Tuntung, Kecamatan Kotapinang Rabu,(05/10/2022)

Seperti yang dikatakan Asmarani Harahap (57) warga Kampung Baru yang sehari-hari pekerjanya mencari ikan di bantaran sungai Mahuam yang pertama melihat buaya 4 Oktober 2022 dirumah Kepala Dusun Pasir Tuntung.

Seminggu belakangan ini saya melihat terus buaya katak tersebut disungai delapan Mahuam tempat saya biasa mencari ikan

Awalnya perasaan saya merasakan oo… mungkin buaya tersebut cari makan sambil mengawal anak-anaknya, katanya.

Anehnya ketika saya melihat atau berpapasan dengan buaya tersebut, induk buaya pergi menghindar sambil menyelam kedalam sungai mahuam bersama anak-anaknya.

Namun setelah tujuh hari berturut-turut melihat Aktifitas buaya dengan anak-anaknya disungai Mahuam tersebut, saya merasa risau sekali untung saya tidak dimangsanya warga petani pekebun yang lain saat memanen sawitnya di bantaran sungai tersebut, gimana..??? bebernya kepada warga setempat, saat itu.

Namun gerak cepat atas laporan warga pihak Instansi dari Desa dan Kabupaten BPBD dan BKSD turun kelapangan mengecek apakah betul keberadaan hewan reptil yang menakutkan tersebut, sebelum ada korban.

Bapak Khairil AK dari BKSD menjelaskan dari tempat lokasi yang ada berpotensi adanya hewan reptil tersebut namun dari gerak-gerik saat kita cek tidak ada.

Memang sama-sama kita ketahui hewan reptil adalah kelompok hewan vertebrata berdarah dingin dan memiliki sisik/kulit yang tebal menutupi tubuhnya, reptilia adalah tetrapoda dan menelurkan telur yang embrionya diselubungi oleh membran amniotik dengan artian bisa saja buaya tersebut migrasi mencari suasana baru.

Namun begitupun kita harus tetap waspada untuk dapat menangkap buaya tersebut hidup atau mati, akibat buaya berkeliaran di sungai Mahuam ada yang dirugikan, masyarakat pencari ikan terutama sangat resah keberadaan hewan reptil tersebut.

Kepala Desa Pasir Tuntung M.Hasonangan mengatakan pada media untuk sementara sebelum buaya tersebut dapat kita dari Pemerintahan akan membuat himbauan berupa spanduk atau plang dibeberapa titik yang kita anggap berbahaya agar masyarakat dapat mengurangi Aktifitas dan harus berhati-hati dipinggiran sungai Mahuam tersebut.

Seperti yang dikatakan bapak dari BKSD tadi kita akan mencoba memancing agar buaya tersebut keluar dari persembunyiannya, kita coba menangkapnya hidup-hidup setelah dapat kita akan pindahkan ketempat yang lebih aman dan jauh dari jangkauan manusia.

Hadir saat mengecek dilokasi Bapak Pj Kepala Desa Pasir Tuntung Mhd Hasonangan, Bapak Khairil AK dari BKSD, Agung Utama BPBD, Babinkamtibmas AIPTU F. Abidin, Babinsa Sertu Awang, Kadus Pasir Tuntung, Agustamin Siregar.

(Muklas)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: