Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Tuesday 18th June 2024

Atasi Kejenuhan Belajar Dari Rumah, SMPN 8 Dumai Adakan Seminar Parenting

Atasi Kejenuhan Belajar Dari Rumah, SMPN 8 Dumai Adakan Seminar Parenting

Keterangan foto: Rina Sinaga, TSTS Tanoto Foundation Riau menyajikan materi parenting yg dilaksanakan oleh SMP Negeri 8 Dumai, 23 November 2021.

DUMAI, LENSA NEWS
Selama pandemi Covid 19, murid di berbagai sekolah lebih banyak berada di rumah bersama keluarga. Sebagian orang tua siswa tidak siap dengan kondisi dimana anak-anak lebih lama belajar dari rumah. Demikian halnya dengan para murid yang mengalami kejenuhan.

Kondisi tersebut mendorong kepala SMP Negeri 8 Dumai Rudi Chandra menyelenggarakan seminar parenting yang diikuti lebih dari 60 orang tua siswa dari perwakilan tiap kelas, dengan protokol kesehatan, di Rumah Terampil Kompleks Kantor Kecamatan Medangkampai Kota Dumai, Selasa (23/11).

Tema seminar ini adalah Pola Asuh Orang Tua Dalam Membimbing Anak di Masa Pandemi Covid 19 dan Meningkatkan Budaya Baca di Rumah, dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Narasumber seminar parenting Rina Sinaga yang juga sebagai Teachers School Training Specialist Tanoto Foundation Riau, mengungkapkan peran orang tua sebagai pengasuh anak selama pandemi sangat besar tanggung jawabnya dan memerlukan pengetahuan yang memadai.

Sebelum memulai materinya, Rina menghimpun pendapat dan harapan para orang tua terkait pendampingan anak anak selama pandemi. Secara umum orang tua siswa mengharapkan anak-anaknya tetap mendapat layanan pendidikan dan keteladanan yang lebih baik.

“Selama pengasuhan di rumah, anak-anak tetap dituntut menjalankan nilai-nilai positif. Selain itu, tetap mendorong bagaimana anak-anak tetap berpikir kritis,” ujarnya.

Selama pandemi berlangsung, media pembelajaran yang digunakan murid selama belajar dari rumah rata-rata mensyaratkan perangkat komunikasi berbasis android, bukan berarti memberikan keleluasaan bagi anak asuh bebas mengakses informasi yang tidak berkaitan dengan pembelajaran.

“Bagaimanapun, orang tua tetap perlu menjadi polisi medsos bagi anak-anaknya dengan cara yang bijaksana,” tambahnya.

Apalagi dengan usia murid SMP tersebut telah memasuki masa-masa transisi yang gampang terpengaruh dengan beragam informasi dari media sosial.

“Komunikasikan dengan baik kepada anak-anak, kapan waktunya perlu mengecek fasilitas handphone miliknya,” tukasnya.

Untuk informasi yang bersifat tabu dikalangan orang tua, narasumber mengharapkan para orang tua siswa tetap menjadi sumber informasi pertama bagi anak-anaknya sebelum mendapat informasi dari medsos atau dari sumber yang lain, terutama bagi kalangan perempuan.

“Hasil penelitian selama pandemi, resiko lebih banyak terganggu di kalangan perempuan,” tegasnya.

Tumia, orang tua Aziza dari kelas 9 SMP 8 Dumai, yang hadir dalam seminar tersebut bersama dengan kalangan ibu-ibu lainnya mengaku gembira bisa mendapat undangan hadir mengikuti seminar parenting ini.

“Mendampingi anak selama belajar dari rumah perlu ada pengetahuan dan keterampilan dari kalangan orang tua. Dengan seminar ini, saya mendapat banyak pengetahuan baru bagaimana mengasuh dan berkomunikasi dengan anak lebih baik kedepannya,”.

Camat Medangkampai yang diwakili Zulkifli memberikan apresiasi seminar parenting dan berharap agar satuan pendidikan lainnya bisa menyelenggarakn hal yang sama.

“Orang tua murid di SD dan SMA juga perlu mendapat materi parenting agar anak anak bisa mendapat pendampingan lebih baik selama belajar dari rumah,” harapnya.

Seminar parenting yang dibuka secara resmi oleh pejabat yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, adalah bagian dari Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan RAKS yang bertujuan menfasilitasi orang tua siswa dengan narasumber, sehingga mendapat ilmu pengetahuan dalam mendampingi anak belajar selama pandemi.

(RHS)

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: