Lensa News

Fakta, Data dan Realita

Thursday 11th August 2022

Lapas Teluk Kuantan Berhasil Mendapatkan Penghargaan P2HAM Terbaik Kedua Se-Riau

Lapas Teluk Kuantan Berhasil Mendapatkan Penghargaan P2HAM Terbaik Kedua Se-Riau

Pekanbaru, LENSA NEWS

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Teluk Kuantan berhasil mendapatkan penghargaan Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia (P2HAM), dengan nilai indikator terbaik kedua Satuan Kerja (Satker) se-Provinsi Riau.

Dimana penghargaan P2HAM itu diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly, yang secara simbolis diberikan oleh Pimpinan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Riau Pujo Harianto BcIP SSos yang diterima langsung oleh Kepala Lapas Teluk Kuantan Yordani AMd IP SSos MH diwakili Kepala KPLP Aldino Octalaperta SH, pada Jum’at (10/12/2021) lalu di Ruang Serbaguna Ismail Saleh, Gedung Kantor Wilayah Kemenkumham Riau.

Kepala Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Yordani AMd SSos MH melalui Kepala KPLP Aldino Octalaperta SH mengatakan, bahwa penghargaan yang berhasil diraih Lapas Teluk Kuantan tidak terlepas dari semua peranan jajaran Lapas Teluk Kuantan itu sendiri dalam hal pelayanan, demikian disampaikannya saat dikonfirmasi awak media ini di Teluk Kuantan, pada Senin (13/12/2021).

Penghargaan terbaik ke dua P2HAM ini, diterima oleh Lapas Kelas II B Teluk Kuantan bersempena dalam rangka memperingati Hari HAM sedunia ke-73, yang mengusung tema “Equality: Reducing Inequalities, Advancing Human Rigths”.

Pada kesempatan ini lah, Menkumham Yasonna Laoly menyerahkan penghargaan kepada tujuh Kepala UPT atas Pelayanan Publik Berbasis HAM, tiga Kepala Kanwil atas Responsibilitas dan Proaktif dalam Penanganan Dugaan Pelanggaran HAM, dan tiga orang Gubernur atas impelentasi Pelayanan Publik Berbasis HAM sebagai Pilot Project.

Yasonna Laoly, dalam sambutannya mengungkapka, dalam tema yang diangkat untuk tahun ini, karena tema ini mengembalikan konsep dan nilai-nilai hak asasi manusia ke akarnya. Di mana hampir seluruh kawasan dunia menghadapi dan mengalami ancaman krisis berdampak ketidaksetaraan.

“Saat ini seluruh belahan dunia terdampak pandemi Covid 19, bahkan di belahan dunia lain sejumlah negara sedang berjuang mengatasi pandemi gelombang ketiga, sementara pemulihan akibat serangan gelombang pertama dan kedua masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Dampak dari pandemi ini bukan hanya terhadap kesehatan semata-mata, namun juga berimbas serius ke berbagai sektor, seperti ekonomi, sosial, bahkan politik dan keamanan, di berbagai dunia,” tutur Laoly.

Lebih lanjut, Laoly juga menyatakan harapannya agar peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia tahun 2021 yang mengusung tema kesederajatan, atau kesetaraan atau persamaan hak, akan menjadi momentum, guna membangun kembali dan sekaligus lebih memperkuat solidaritas sosial masyarakat, dan solidaritas global di antara bangsa-bangsa, untuk bisa bahu-membahu menanggulangi dampak pandemi Covid-19, khususnya upaya untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi dan psikologis masyarakat.

Usai mengikuti kegiatan secara daring, Kanwil Kemenkumham Riau melanjutkan kemeriahan Hari HAM tersebut dengan acara penyerahan penghargaan Pelayanan Publik Berbasis HAM (P2HAM) kepada Kepala UPT di lingkungan Kementerian Hukum HAM Riau oleh Kepala Kantor Wilayah.

“Ajang penilaian Pelayanan Publik Berbasis HAM (P2HAM) diharapkan dapat memberikan penguatan, motivasi serta mendorong realisasi pemenuhan hak-hak dasar masyarakat oleh Pemerintah khususnya di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Untuk masa mendatang, penilai atau verifikator dari pihak eksternal akan digalakkan agar meningkatkan kredibilitas dari penilaian pelayanan publik berbasis HAM pada tiap satuan kerja ini,” ungkap Pujo.

Terdapat 21 UPT dilingkungan Kanwil Kemenkumham Riau yang terdiri dari 16 UPT Pemasyarakatan dan 5 UPT Keimigrasian yang menerima penghargaan dari Kemenkumham RI, pada peringatan Hari HAM Sedunia Ke-73 Tahun 2021.

Adapun UPT tersebut adalah Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Pekanbaru, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Teluk Kuantan, Rumah Tahanan Negara Kelas I Pekanbaru, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Pekanbaru, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selatpanjang, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rengat, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pengaraian, Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kelas III Rumbai, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Dumai, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis,

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Siak Sri Inderapura, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan, Balai Pemasyarakatan Kelas II Pekanbaru, dan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Pekanbaru. Sedangkan di UPT Keimigrasian, penghargaan diraih oleh Kantor Imigrasi Kelas II Tembilahan, Kantor Imigrasi Kelas II Dumai,  Kantor Imigrasi Kelas II Siak Sri Indrapura, Kantor Imigrasi Kelas II Bagansiapiapi, dan Kantor Imigrasi Kelas II Bengkalis.

“Alhamdulillah, Lapas Teluk Kuantan berhasil mendapatkan penghargaan Pelayanan Publik berbasis HAM, dengan nilai indikator terbaik kedua Satker se Riau,” ungkap Aldino.

Aldino Octalaperta berharap, kepada seluruh masyarakat terutama keluarga warga binaan untuk memberikan dukungan terhadap Lapas Teluk Kuantan dalam memberikan Pelayanan  Publik berbasis HAM terbaik kepada masyarakat atau keluarga binaan warga Lapas Teluk Kuantan.

“Atas keberhasilan yang telah kita raih, diharapkan adanya dukungan dari masyarakat terutama keluarga warga binaan Lapas Teluk Kuantan, sehingga Lapas Teluk Kuantan bisa terus meningkatkan semua pelayanan terhadap masyarakat dan keluarga warga binaan ke depannya,” ujar Aldino, seraya mengakhiri.

Sumber : KBRN

banner 468x60

No Responses

Comments are closed.

lainnya: